1kepricom
Follow 1kepricom Like Follow
1 bulan, 3 minggu, 5 hari lalu | dilihat sebanyak 166 pembaca

Diskusi Media bertajuk "Galangan Kapal, Masalah dan Solusi"

Perlu Ada Sektor Lain Penopang Ekonomi Batam

redaksi - 1kepricom
Sarwo Edi Setijono, Ketua BSOA (kanan), Tri Novianto, Direktur Lalu Lintas Barang Barang BP Batam, dan Suyono Saputra, Akademisi, Fery Heriyanto (moderator) saat diskusi bertajuk "Galangan Kapal, Masa

Batam (1kepri.com) - "Batam tidak boleh bergantung pada satu sektor saja. Perlu dicarikan sektor lain untuk menopang ekonomi Batam." Demikian kesimpulan yang dapat ditarik dari Diskusi Media yang bertajuk ""Galangan Kapal, Masalah dan Solusi" yang digelar oleh Forum Jurnalis Batam (FJB) di Hotel Venezia, Selasa (22/8/2017) Batam Centre. Tampil sebagai narasumber, Sarwo Edi Setijono, Ketua Batam Shipyard and Offshore Association (BSOA), Tri Novianto, Direktur Lalu Lintas Barang Barang BP Batam, dan Suyono Saputra, Akademisi. Dan turut dihadiri oleh Lima Senina Bangun, Regional Credit Bussines and Development Head Bank Mandiri, Brian A Nugroho, Area Head Manager Bank Mandiri, Rezano, Comersial Banking Manager Area Batam, para jurnalis Batam, dan tamu undangan lainnya.

Ketua BSOA, Sarwo Edi mengakui, saat ini kondisi dunia galangan kapal di Batam lesu. "Hal ini akibat sepi order karena pengaruh global dan nasional. Akibatnya, banyak karyawan yang dirumahkan," jelasnya.

"Sekarang para pengusaha sedapat mungkin bisa bertahan dengan kondisi seperti ini," ujarnya Sarwo Edi.

Sementara, Tri Novianto, Direktur Lalu Lintas Barang BP Batam, mengatakan, tidak dapat dipungkiri, jika galangan kapal di Batam memiliki pengaruh besar terhadap ekonomi Batam. "Mereka yang bekerja di galangan kapal mencapai ratusan ribu orang. Jika sebagian besar dari mereka kini dirumahkan, tentu berdampak terhadap ekonomi Batam," ucap Tri Novianto.

"Dapat dilihat sekarang, banyak diantara mereka yang menjual asetnya, seperti kendaraan dan rumah. Bahkan tidak sedikit yang meninggalkan Batam," tambahnya lagi.

Namun, lanjutnya, BP Batam dan Pemerintah Kota Batam sudah mencoba mencarikan solusi atas persoalan tersebut. "Kita berharap solusi yang tengah digodok itu memberikan dampak positif pada sektor galangan kapal di Batam," ujarnya lagi.

Sementara, Suyono Saputra, Pengamat Ekonomi dan Akademisi Batam, menegaskan, perlu ada sektor lain yang dapat menopang ekonomi Batam.

"Apakah itu pariwisata, perdagangan, atau lainnya. Namun, sektor penopang ini benar-benar baik dan menyerap banyak tenaga kerja," ucap Suyono.

Dijelaskannya, selama ini Batam hanya berpegang pada satu sektor saja. "Ketika sektor ini goyah, maka goyah pula ekonomi Batam. Karena itu, perlu sektor lain yang betul-betul menjadi penyangga kedua," ujar Suyono yang pernah aktif di jurnalis Batam ini.

Dikatakannya juga, kondisi Batam saat ini diharapkan menjadi pelajaran berharga bagi seluruh pihak dan pemerintah. "Kita tidak bisa hanya berpegang pada satu tonggak. Perlu ada tonggak lain sebagai penyangga kedua," paparnya memberi ilustrasi.

Sementara itu, Rumbadi Dalle, salah seorang jurnalis senior di Batam mengatakan, kondisi ekonomi Batam yang kini tidak baik, diharapkan tidak membuat masyarakat kalah.

"Kita harus bisa mencari potensi lain. Berusaha sekuat mungkin. Jika kita menerima situasi ini, Batam akan tenggelam. Kita tentu tidak mau hal ini terjadi. Kemandirian kita dituntut untuk bisa keluar dari situasi ekonomi yang lesu ini," ungkapnya yang diapresiasi langsung oleh para peserta diskusi.

Dalam acara yang dimoderatori oleh Fery Heriyanto, Litbang Haluan Kepri ini, Lima Senina Bangun, Regional Credit Bussines and Development Head Bank Mandiri, mengatakan pihaknya memberikan dukungan terhadap dunia galangan kapal di Batam.

"Selama ini kami telah memberikan dukungan pada galangan kapal di Batam. Kita berharap, kondisi Batam kini diharapkan bisa segera pulih," ujar Lima Senina Bangun.

Dalam kesempatan itu, Ketua Pelaksana yang juga Pemimpin Redaksi Haluan Kepri, Andi, mengatakan Diskusi Media tersebut sudah merupakan agenda rutin yang menghadirkan narasumber berkompeten dibidangnya dengan para jurnalis dari berbagai media yang ada di Batam.

"Diskusi rutin untuk membedah persoalan dan solusi ekonomi Batam kedepan. Sebagai apresiasi untuk mewujudkan Batam kedepan yang lebih baik," ucap Andi. (is)