1kepricom
Follow 1kepricom Like Follow
3 bulan, 6 hari lalu | dilihat sebanyak 390 pembaca

Dukung Nasionalisme di Perbatasan

redaksi - 1kepricom
Foto bersama para narasumber dan pengurus PWI Kepri dan Perwakilan Bright PLN Batam. (is)

BATAM (1kepri.com) - Ketua Forum Pimimpin Redaksi (Pimpred) Kepri, Andi mengingatkan bahwa setiap pihak, utama wartawan dan pengusaha media harus mendukung sikap Nasionalisme di perbatasan. Sebagai wujud Nasionalisme di perbatasan, lanjut Andi, manajemen Haluan Kepri memberikan subsidi untuk pengiriman koran ke Kabupaten Natuna dan Anambas.

"Kalau dihitung, ongkos kirim koran seperti ke Natuna, Anambas itu sudah tak cukup lagi, kami rugi dari sisi bisnis. Tapi pengiriman tetap dilakukan dengan cara subsidi," ungkap Andi saat menjadi pembicara dalam Diskusi Perbatasan Forum Pimred Kepri, Selasa (15/8) di Hotel PIH Batam Centre.

Sementara itu, Kepala Perwakilan LKBN (Lembaga Kantor Berita Negara) Antara, Evy Samsir dalam paparannya di depan peserta diskusi publik mengingatkan bahwa wartawan yang bertugas meliput peristiwa di perbatasan, harus berani menyampaikan fakta.

Meskipun konsekwensi yang diterima, lanjut Evy, tak jarang harus menghadapi tekanan, baik itu dari aparat maupun masyarakat. Dalam perjalanan peliputan, kata Evy, ke berbagai pulau-pulau terluar Provinsi Kepri, ia sudah menyaksikan langsung keras kehidupan di pulau-pulau terluar tersebut.

"Di Pulau Pekajang, saya melihat tentara disana bukan minum air tawar atau air hujan lagi, tapi air laut. Tapi apapun ceritanya wartawan harus menyampaikan fakta," ungkapnya dalam diskusi publik bertajuk "Peran Media di Wilayah Perbatasan.

Dalam Membangun Semangat Nasionalisme Guna Mensukseskan Kepentingan Nasional" itu. Itulah bukti, lanjut Evy Samsir, kecintaan para tentara itu kepada republik ini. Kemudian, kisah mereka itu pun diberitakan. Sampai akhirnya mendapat atensi dari Panglima TNI.

Pembicara lainnya, Dosen Program Pascasarjana Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Riau Pekanbaru, Muchid Albintani menuturkan, ada empat jenis katagori wartawan di perbatasan. "Pertama, sikap wartawan di perbatasan menjadi tolak ukur atau indikator terhadap klasifikasi Oportunis, Pragmatis dan Mandiri," ujar pria kelahiran Kijang, Pulau Bintan, Kepri itu.

Kedua, lanjut mantan wartawan Majalah Tempo di Malaysia itu, sikap wartawan di perbatasan sebagai ketauladanan dan spirit bagi membangun semangat nasionalisme dan mensukseskan kepentingan nasional.

Ketiga, karena berada di wilayah perbatasan sikap wartawan dapat menghindari potensi terjadinya separatisme dan disintegrasi bangsa. Keempat, sikap wartawan dapat memperteguh apa yang menjadi tolok ukur serta wujud nyata ‘kepentingan nasional’ tersebut.

Diskusi publik yang dihadiri BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) dari berbagai kampus itu diawali dengan paparan Wakil Dekan Fakultas Hukum Universitas Riau Kepulauan (Unrik) Batam, Rumbadi Dalle. "Selama ini kita selalu tunduk sama asing, kita harus punya keseimbangan dalam membangun spirit nasionalisme di perbatasan," tegas Rumbadi Dalle yang 16 tahun berkarir sebagai wartawan di Majalah Tempo. (r)