1kepricom
Follow 1kepricom Like Follow
1 tahun, 2 bulan, 6 hari lalu | dilihat sebanyak 1358 pembaca

Didemo Satpol PP, Simak Komentar Mengejutkan Wali Kota Batam

redaksi - 1kepricom
Wali Kota Batam Muhammad Rudi

Batam (1kepri.com) - Wali Kota Batam Muhammad Rudi mengatakan dirinya tak tahu sama sekali adanya penerimaan ratusan tenaga kontrak satpol PP. Ia mengaku baru tahu setelah adanya permasalahan dan ribut-ribut atas status tersebut.

"Saya perlu jelaskan, saat perekrutan saya tidak tahu sama sekali. Apalagi adanya tes urine baru-baru ini, saya tidak tahu," tegas Rudi.

Dikatakannya, terakhir perekrutan tahun 2014 lalu yang diketahui Wali Kota Batam sebelumnya yakni Ahmad Dahlan. Setelah itu, tak ada perekrutan lagi, karena memang tidak ada kebutuhan untuk penambahan anggota Satpol.

"Setelah 2014 tak ada perekrutan yang diketahui Wali Kota ataupun saya (Wakil Walikota). Lagian perekrutan itu harus melalui prosedur dan disesuaikan dengan jumlah masyarakat di Batam," jelas Rudi.

Ia juga membantah tundingan keterlibatan dirinya dalam penerimaan itu. Bahkan dengan tegas Rudi mengaku siap dilaporkan kemana saja, bahkan KPK jika memang terbukti terlibat.

"Demi Allah saya tak terlibat dan menerima sepersenpun. Silahkan laporkan ke KPK atau Kapolda, saya tidak takut karena memang tidak terlibat," tegas Rudi.

Rudi juga menjelaskan permintaan kejelasan status serta meminta gaji mereka dianggarkan pada APBDP tak bisa dianggarkan. Sebab mereka tak terdata sebagai tenaga kontrak Pemko.

"Mengangarkan itu tak semena-mena, harus ada kajian. Harusnya laporkan saja siapa yang menerima kalian, biar ditangani polisi. Untuk memasukan ratusan Satpol PP sebagai tenaga kontrak juga tak mudah, harus ada kajian juga," beber Rudi.

Sebelumnya, lima perwakilan dari ratusan tenaga kontrak Satpol PP Batam sudah bertemu dengan Wali Kota Batam serta pejabat lainnya. Di sana mereka menyampaikan semua keluh kesah mereka, termasuk tentang kejelasan status di Satpol PP Batam.

Sebab sudah beberapa tahun jadi petugas Satpol, status mereka tak kunjung jelas, bahkan tak menerima gaji. Padahal untuk masuk sebagai tenaga kontrak, mereka harus mengeluarkan uang puluhan juta dan membayarkannya kepada oknum pegawai Satpol PP Batam. (jpnn)