1kepricom
Follow 1kepricom Like Follow
1 tahun, 1 bulan, 4 minggu, 2 hari lalu | dilihat sebanyak 426 pembaca

Teknologi Wireless Charging

redaksi - 1kepricom
Ilustrasi Wireless Charging

Oleh: Riwinoto, S.T., M.Kom, Richo Ray Fandi, Gia Irlanda (Politeknik Negeri Batam) 

Wireless Charging merupakan sebuah istilah yang digunakan untuk pengisian ulang daya baterai tanpa kabel. Faktanya sekarang, perusahaan Intel berencana mengintegrasikan solusi wireless charging pada notebook, ultrabook, PC desktop, dan lainnya sehingga pengguna nantinya dapat mengisi ulang baterai smartphone mereka dengan hanya mendekatkannya ke PC atau notebook yang sedang dipakai.

Semua perangkat yang menggunakan teknologi wireless charging pada dasarnya sama-sama menggunakan hukum Fisika yaitu bila suatu kumparan kawat dialiri listrik, maka, akan timbul sebuah medan magnet. Sebaliknya, bila suatu kumparan dikenai dengan medan magnet, maka, akan timbul aliran listrik pada kawat kumparan. Dengan cara yang sama, charger yang berupa kumparan dialiri listrik sehingga timbul medan magnet di sekitarnya. Medan magnet ini mengenai kumparan yang telah dipasang di bagian belakang smartphone. Maka, pada kumparan di smartphone timbul arus listrik yang seterusnya digunakan untuk mengisi baterai. Perbedaan jarak antara kumparan pada charger (transceiver) dan pada smartphone (receiver) harus sedekat mungkin. Makin jauh jaraknya, maka makin kecil aliran listrik yang ditimbulkan pada kumparan di smartphone.

Untungnya, para peneliti di MIT pada 2006 telah menemukan sebuah teknik resonansi sehingga jarak antara transceiver dan receiver bisa lebih jauh dibandingkan dengan induksi biasa. Untuk dapat menggunakan teknologi wireless charging sudah tentu piranti-piranti yang menggunakan teknologi ini seharusnya saling kompatibel satu sama lain, sehingga penerapannya bisa lebih luas.

Untuk itulah para vendor yang berkepentingan dengan wireless charging telah membentuk konsorsium yaitu WPC. Hasilnya adalah standar Qi (dibaca chi, yang berasal dari Bahasa Cina yang berarti energi). Sejak 2009 WPC telah menyertifikasi produk yang memenuhi standar Qi. Diantara smartphone yang disertifikasi antara lain LG Optimus LTE2 dan Panasonic Eluga. Menurut WPC, kini sudah terdapat 8,5 juta unit peranti bersertifikasi yang dipakai (installed base) di seluruh dunia. Sebuah peranti yang bersertifikat Qi dapat di-charge dengan menempatkannya di bantalan charger berlogo Qi baik itu di kafe, restoran, bandara, di dalam mobil, rumah, kantor, dan tempat-tempat lainnya di seluruh dunia. Jadi fasilitas wireless charging pada smartphone akan lebih menarik bila piranti charging-nya sudah banyak tersedia di berbagai tempat, termasuk di dalam kendaraan pribadi, dengan hanya meletakkan smartphone di tempat botol minum di dalam mobil untuk mengisi ulang baterai selama berkendara. Dalam beberapa tahun kedepan, Qi charging station akan banyak sekali ada seperti halnya hotspot Wi-Fi.

Saat ini Qi sudah menjadi standar dan diterapkan di beberapa merk smartphone. Nantinya para pengguna dapat dengan mudah mengisi berbagai perangkat elektronik seperti ponsel, kamera digital, game controller, alat-alat listrik tanpa harus mencolokkannya di charger bawaan.***